Tag: Kisah Nyata

Film yang Diambil dari Kisah Nyata dan Viral di Internet 2

Artikel yang satu ini melanjutkan artikel yang sebelumnya, yang mana di artikel yang sebelumnya membahas mengenai film-film yang diambil dari kisah nyata dan juga kisahnya viral di internet pada masa-masa itu. Disini kami akan mengulang sedikit artikel yang sebelumnya agar kalian tidak melupakan pembahasan yang sebelumnya. Film yang diangkat berdasarkan kisah Sbobet nyata selalu memberikan kesan bagi penontonnya kesan yang sangat mendalam. 

Ada perasaan yang tertentu yang akan timbul lalu akan menunjukan kalau hal yang seperti ini memang pernah terjadi, dan perasaan itu biasanya akan sukses mengaduk-ngaduk emosi para penontonnya. Kesan dari kisah nyata ini akan membuat siapa saja merasakan apa yang ada di film tersebut, meskipun film-film tersebut kebanyakan film lama tetapi film-film nya sangat di recomended untuk kalian tonton film nya juga tidak kalah menariknya dari film-film yang baru. Berikut ini ada kisah dari nyata yang dijadikan film dan menjadi film yang paling rekomended untuk mengisi waktu luang kalian. Berikut diantaranya.

The 33 di Tahun 2015

Mungkin, siapa pun yang menonton film ini pasti emosinya akan tersentuh. Film ini sendiri mengisahkan tentang 33 orang pekerja tambang tembaga-emas San Jose, Chile, yang terjebak akibat musibah tambang ambruk. Pertanyaannya, bagaimana 33 orang yang terjebak sejauh 700 meter di bawah permukaan tanah bisa bertahan hidup?

Dengan persediaan air dan makanan yang terbatas, 33 pekerja tambang ini berada dalam persimpangan antara hidup dan mati yang mengharukan. Dalam film ini akan diangkat pula bagaimana kondisi para pekerja tambang yang kerap diperlakukan tidak layak, namun kondisi ekonomi memaksa mereka bekerja dengan risiko seperti ini. Ya, ini merupakan film yang diangkat dari kisah nyata. 

The Man Who Knew Infinity di Tahun 2015

The Man Who Knew Infinity mengangkat kisah seorang ahli matematika dari India yang bernama Srinivasa Ramanujan. Kisah Ramanujan bukan kisah biasa. Ia adalah matematikawan yang temuannya dipakai untuk memahami pergerakan blackhole hingga saat ini. Berlatar belakang Perang Dunia I, temuan Ramanujan ketika itu dianggap layak untuk disandingkan dengan temuan Isaac Newton atau Archimides sekalipun.  Ramanujan sejak awal hanyalah orang miskin yang tinggal di perkampungan Madras, India. Ia belajar matematika secara otodidak hingga bisa melahirkan teorema matematika dari kepalanya sendiri. Ramanujan yakin bahwa temuannya itu layak untuk dipublikasikan secara ilmiah. Ramanujan kemudian nekat mengirimkan temuannya ke Universitas Cambridge melalui pos. Hingga pada suatu saat, Profesor Hardi dari kampus tersebut merespon temuan Ramanujan dan mengundangnya untuk studi di sana.

Kisah-kisah menarik dapat dipetik dalam film ini. Misalnya saja seperti Ramanujan yang merupakan seorang Hindu taat, harus membuktikan temuan matematikanya di hadapan Profesor Hardi yang merupakan seorang ateis. Atau, betapa setianya Ramanujan terhadap istrinya yang buta huruf walaupun ditinggal lama untuk studi di Inggris. Setelah ia berhasil mempublikasikan temuannya di Universitas Cambridge, Ramanujan memilih pulang ke kampungnya di India dan menghabiskan hidup bersama istrinya. Malangnya umur Ramanujan tidak panjang. Ia meninggal di usia 32 tahun, tak lama setelah kepulangannya dari Inggris.

The Big Short di Tahun 2015

Film yang satu ini mungkin sedikit lebih gampang dinikmati karena dikemas dengan gaya komedi yang ringan. Namun, kisah yang diangkat dalam film ini tidak main-main dan pada dasarnya lumayan berat. The Big Short menceritakan sebuah kisah dibalik krisis ekonomi tahun 2008 yang menerpa Amerika Serikat dan juga berdampak buruk pada kondisi ekonomi global. Jika kita telusuri, krisis ekonomi tahun 2008 ternyata disebabkan oleh sektor kredit perumahaan yang macet dan tak terdata dengan baik.

Sebenarnya, para ahli keuangan dan pebisnis besar di Amerika Serikat tak ada yang memprediksi hal ini akan terjadi. Namun, empat orang pegiat dunia keuangan berpikir sebaliknya. Empat orang ini telah memperkirakan keruntuhan gelembung kredit perumahan di kisaran pertengahan tahun 2000-an. Melawan arus, mereka akhirnya mengambil alih bank-bank besar karena hampir semua orang tak memikirkan pandangan ke depan seperti mereka.  Oh iya, akan ada sedikit banyak istilah-istilah investasi dan ekonomi yang digunakan dalam film ini. Jadi, mungkin kita akan sedikit berpikir lebih keras jika tidak akrab dengan istilah-istilah tersebut.

The Walk di Tahun 2015

Film yang diangkat dari kisah nyata terakhir yang saya rekomendasikan adalah The Walk. Menceritakan perjalanan Philippe Petit, seorang seniman jalanan dari Prancis. Keahlian utama Philippe adalah seni wire walker atau berjalan diatas seutas tali. Ia kerap mempertontonkan keahliannya ini di sudut-sudut jalanan Kota Paris dan bertahan hidup dari uang yang diberikan penontonnya.

Suatu waktu, ketika Philippe sedang membaca koran, ia tak sengaja melihat berita pembangunan dua buah gedung tertinggi di Amerika Serikat. Ia pun bertekad akan melakukan aksi wire walker diantara dua gedung tinggi tersebut suatu saat nanti. Dua gedung tersebut sekarang kita kenal dengan nama World Trade Center. Perjalanan Philippe yang seru dan menegangkan pun terjadi. Ia hidup dari pertunjukkan seni, bertemu rekan-rekan untuk menjalankan aksinya, serta mempertontonkan wire walker di atas bangunan-bangunan bersejarah secara ilegal. Mampukah ia mewujudkan mimpinya untuk beraksi di atas World Trade Center? Kalian bisa menontonnya agar mengetahui alur cerita yang ada di film ini.

Pearl Harbour di Tahun 2001

Film yang satu ini memang berasal dari tahun yang sudah lama sekali tetapi kalian wajib nonton film yang satu ini. Karena film yang satu ini orang Indonesia pasti tidak akan pernah melupakan momen dimana pengeboman di kota Nagasaki dan juga Hiroshima di Jepang. Peristiwa tersebut yang membuat negara Matahari Terbit itu perlahan angkat kaki dari wilayah Nusantara. Konflik ini kemudian dibuat ke dalam movie, dan kemudian menjadi salah satu film Perang Dunia 2 terbaik hingga kini.

Sebelum Amerika Serikat (AS) memutuskan melepaskan dua buah bom atom ke daratan Jepang, tentara Negeri Samurai ini lah yang terlebih dahulu menyerang pangkalan militer AS di Hawaii yang bernama Pearl Harbour. Kejadian yang menewaskan banyak tentara dan warga sipil dari pihak AS diangkat menjadi salah satu film perang dunia kedua terbaik oleh sutradara Michael Bay.

Letters From Iwo Jima di Tahun 2006

Mayoritas film perang dunia kedua berangkat dari sudut pandang Amerika Serikat dan sekutu. Namun, karya Clint Eastwood yang satu ini berbeda. Dia memilih mengambil sudut pandang perang dari sisi tentara Jepang. Letters from Iwo Jima dapat disebut sebagai salah satu film perang terbaik karena tidak hanya menampilkan adegan peperangan yang seru, namun juga mengisahkan cerita yang selama ini tersembunyi. Cerita mengenai kesedihan peperangan di Iwo Jima baru terungkap ketika para arkeolog Jepang melakukan penelitian di gua-gua di sepanjang Pulau Iwo Jima di tahun 2005.

Film ini sendiri bercerita tentang pendaratan tentara sekutu di Pulau Iwo Jima dan upaya tentara Jepang untuk mempertahankan pulau penting tersebut. Akhirnya, para tentara Jepang terpaksa bertahan di gua-gua yang disulap menjadi markas pasukan Jepang. Namun, serangan pasukan sekutu dan kesalahan strategi membuat tentara Jepang terjebak. Kondisi sanitasi yang buruk dan kurangnya makanan membuat banyak di antara pasukan tidak mati dalam peperangan melainkan karena sakit, kelaparan dan bunuh diri. Sebuah film perang yang akan menggetarkan rasa kemanusiaan kita.

, , ,