Film yang Diambil dari Kisah Nyata dan Viral di Internet

Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata selalu memberikan kesan bagi penontonnya kesan yang sangat mendalam. Ada perasaan yang tertentu yang akan timbul lalu akan menunjukan kalau hal yang seperti ini memang pernah terjadi, dan perasaan itu biasanya akan sukses mengaduk-ngaduk emosi para penontonnya. Kesan dari kisah nyata ini akan membuat siapa saja merasakan apa yang ada di film tersebut. Berikut ini ada kisah dari nyata yang dijadikan film dan menjadi film yang paling rekomended untuk mengisi waktu luang kalian. Berikut diantaranya.

A Beautiful Mind di Tahun 2001

A Beautiful Mind awalnya adalah film paling recomended. Katanya, setiap mahasiswa yang mendalami ilmu ekonomi wajib menonton film ini. A Beautiful Mind sendiri adalah film yang diangkat dari perjalanan hidup seorang ahli matematika sekaligus peraih nobel ekonomi yang bernama John Nash. Ternyata dibalik otak cerdas John Nash, ia mengidap suatu penyakit mental yang bernama skizofrenia. Penyakit ini membuat Nash tidak bisa membedakan halusinasi dan kenyataan, kerap mengalami delusi (memiliki keyakinan yang salah), dan terkesan anti sosial.

Dalam film ini akan diperlihatkan bagaimana perjuangan Nash melawan penyakitnya sembari ia juga mengabdi sebagai dosen dan ahli matematika. Kita akan dapat mengetahui pula bagaimana ia akhirnya sukses menghasilkan penemuan besar dan dapat meraih nobel ekonomi pada tahun 1994.

The Great Debaters di Tahun 2007

The Great Debaters adalah film yang mengisahkan perjuangan sebuah kelompok debat dari kampus khusus anak kulit hitam bernama Wiley College di Texas, Amerika Serikat. Film ini diangkat dari kisah nyata berlatar tahun 1953, yang mana ketika itu isu rasisme dan perlawanan serikat petani sedang marak-maraknya terjadi. Dalam film ini, kita akan mengetahui bagaimana parahnya isu rasisme yang terjadi di sana sampai-sampai membuat warga kulit hitam mendapatkan perlakuan diskriminatif. Misalnya saja kita akan tahu bahwa pada zaman itu, kampus untuk anak kulit hitam dan anak kulit putih ternyata dipisahkan. Kampus khusus anak kulit putih biasanya memiliki fasilitas terbaik, sedangkan kampus anak kulit hitam sebaliknya.

Sebuah lomba debat antar kampus menjadi titik balik untuk melawan rasisme. Profesor Tolson, dosen di Wiley College akhirnya membentuk tim debat kampus mereka untuk pertama kalinya. Ternyata, Profesor Tolson punya misi tersendiri atas dibentuknya tim debat tersebut. Melalui lomba debat, ia ingin menyuarakan diskriminasi dan ketidakadilan yang didapat warga kulit hitam selama ini. Tantangan berat akan dihadapi tim debat dari Wiley College. Mereka harus berhadapan dengan kampus-kampus unggulan yang berisi anak kulit putih, tidak terkecuali Universitas Harvard.

Hotel Mumbai di Tahun 2018

Jika ingin mengulas kembali kisah serangan teroris di India pada tahun 2008, mungkin film ini bisa dijadikan tontonan. Hotel Mumbai diangkat dari peristiwa nyata saat sekelompok teroris menyerang sejumlah lokasi di Mumbai, India, pada tanggal 28 November 2008. Serangan tersebut memakan korban jiwa lebih dari 200 orang dan 400 orang lebih lainnya terluka.

Walaupun serangan tersebut terjadi di banyak lokasi, tetapi film ini khusus mengangkat serangan yang terjadi di Hotel Mumbai, salah satu hotel mewah di Kota Mumbai. Sudut pandang yang diambil lebih kepada para pelayan dan tamu hotel ketika serangan teroris terjadi. Dedikasi para pelayan hotel di sana memang patut diacungi jempol. Meskipun bertaruh nyawa di hadapan teroris, para pelayan ini tetap melindungi tamu hotelnya dengan segenap yang mereka bisa. Kisah yang heroik sekaligus mencekam. 

The Imitation Game di Tahun 2014

Film yang satu ini tidak boleh kalian lewatkan. Kenapa tidak boleh, karena film ini mengangkat biografi Alan Turing, pencetus mesin yang menjadi cikal-bakal terciptanya laptop atau gadget-gadget canggih yang sekarang kita pakai. Alan Turing pada dasarnya adalah seorang ahli kode yang merupakan lulusan Universitas Cambridge. Ia diminta oleh Britania Raya untuk memecahkan kode Enigma, sebuah mesin pengirim pesan milik Jerman yang saat itu adalah musuh utama Britania Raya di Perang Dunia II. 

Turing lalu membentuk tim ahli untuk memecahkan kode pada mesin Enigma tersebut. Ia dan tim harus menghadapi 159 triliun kemungkinan kode setiap harinya pada Enigma. Jelas saja itu diluar kemampuan manusia normal. Turing kemudian membuat mesin khusus untuk memecahkan kode Enigma yang menjadi awal mula gadget di genggaman kita. Sisi lain tentang Alan Turing juga diangkat dalam film ini. Misalnya saja seperti saat ia dicurigai sebagai mata-mata musuh karena cenderung individualis dan tidak mau bekerja sama. Karakternya yang introvert memang membuatnya kesulitan dalam bergaul. Bahkan, sisi lain yang mengejutkan tentangnya juga diangkat di film ini.

Snowden di Tahun 2016

Snowden, adalah nama seorang mantan prajurit militer serta mantan pegawai ahli CIA dan NSA. Keahlian komputernya yang luar biasa membawa dirinya menjadi ahli komputer yang cukup diandalkan di kesatuan intelijen Amerika Serikat. Oh iya, nama lengkapnya sendiri adalah Edward Snowden. Snowden akhirnya adalah orang yang mengungkap skandal besar di badan intelijen Amerika Serikat. Ketika itu ia memilih melarikan diri dari pekerjaannya dan membocorkan dokumen-dokumen penting kepada publik. Lalu dokumen apa yang dibocorkan Snowden? Dokumen itu berisi bukti bahwa Amerika Serikat ternyata selalu mengawasi seluruh aktivitas warganya secara diam-diam. Seluruh perangkat seperti telepon genggam dan komputer yang terhubung ke internet adalah media Amerika Serikat dalam melakukan hal ini.

Betapa tidak, e-mail, chatting, percakapan via telepon, seluruh aktivitas media sosial bisa dilacak secara real time. Bahkan, seluruh aktivitas real kita bisa terekam secara live melalui kamera gadget yang kita letakkan di rumah sendiri. Snowden merasa hal itu telah melanggar privasi semua orang. Rentetan perjalan Edward Snowden dalam merintis karirnya di intelijen Amerika Serikat juga dikupas tuntas. Hingga ia semakin lama semakin sadar bahwa banyak aktivitas dalam intelijen Amerika Serikat yang menurutnya tidak benar. Dilema seorang Snowden semakin terasa ketika ia harus memilih antara melanjutkan karirnya atau membocorkan kepada publik skandal-skandal besar yang disembunyikan negaranya sendiri. Jika ia membocorkan aktivitas intelijen negaranya, tentu saja keselamatannya akan terancam. Ini film fiksi? Tidak, ini skandal nyata yang diangkat menjadi film.

Brexit: The Uncivil War di Tahun 2019

Apakah kalian masih ingat soal isu Brexit pada tahun 2016 lalu? Film yang berjudul sama ini mengangkat seluruh rangkaian peristiwa sebelum referendum Brexit yang menghebohkan dunia itu terjadi. Bertahan atau keluar dari Uni Eropa? Itulah inti dari referendum yang dilakukan Inggris Raya ketika itu. Pro dan kontra pasti terjadi dalam proses politik seperti ini. Kubu pendukung kerajaan Inggris kebanyakan memilih untuk tetap bertahan di Uni Eropa, sedangkan kubu oposisi mayoritas memilih keluar. 

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi mengapa referendum ini bisa terjadi. Paling umum tentu saja faktor sosial dan ekonomi di Inggris Raya sendiri. Namun, sudut pandang film ini ada pada sisi yang berbeda. Brexit yang telah menjadi isu dunia telah dijadikan sebuah studi baru dalam memahami tren politik. Melalui Brexit, kita akan tahu bagaimana spanduk, selebaran, dan orasi, tidak lagi berpengaruh dalam kampanye politik. Brexit membuktikan kalau kampanye politik sudah bergeser pada internet, sistem informasi, big data, dan algoritma. 

, ,