2 Dugaan Kuat atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Inalillahi Wainailaihi Rojiun… Kabar Duka telah saja menimpa Tanah Air atas jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan Tujuan Jakarta – Pontianak menjadi Jakarta –  Surga bagi para penumpang dan Awak Kabin serta Pilot dan Co Pilot dari pesawat tersebut. Pesawat yang baru saja meninggalkan landasan sekitar 4 Menit lamanya harus jatuh di perairan Laut Kepulauan Seribu, dengan dugaan sebelum jatuh pesawat sudah mengalami ledakan saat sedang berada di Udara. Namun dari tim pengamat penerbangan justru muncul dugaan atas kemungkinan dari Elevator Copot. Bahkan sampai artikel ini tayang sebenarnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ini jatuh juga masih menjadi misteri besar bagi semuanya. 

Kepastian akan sebuah kronologi jatuhnya pesawat ini dan penyebab dari itu semua telah diperkirakan akan mulai terungkap saat KNKT atau Komisi Nasional Keselamatan Transportasi sudah menyelesaikan mpo slot investigasi terhadap Kolak Hitam atau Black Box dari pesawat tersebut. Walau begitu, ada 2 Dugaan kuat yang terjadi pada kecelakaan jatuhnya pesawat terbang Sriwijaya Air SJ-182 dengan tujuan Jakarta – Pontianak ini. 

Pesawat Jatuh dengan Kecepatan Tinggi 

Sriwijaya Air SJ-182 memang diperkirakan jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, atau lebih tepatnya pada Pulau Laki dan Pulau Lancang. Penumpang dari pesawat tersebut telah membawa adanya 62 Orang dengan terdiri langsung dari : 

  • 6 anggota dari awak pesawat
  • 56 anggota penumpang pesawat 
  • 43 anggota penumpang adalah Dewasa
  • 7 anggota penumpang adalah anak-anak
  • 3 Anggota penumpang adalah Bayi

Jenis dari pesawat ini adalah Boeing 737-500 yang mana sudah hadir dan digunakan untuk penerbangan dalam jarak pendek hingga jarak menengah saja di tahun 1994 pada tanggal 13 Mei silam. Dari data Flightradar 24.com yang dikutip oleh situs tirto.id, Pesawat ini telah jatuh atau terbang secara merendah namun dengan mengenakan adanya kecepatan yang tinggi. Dari data yang ada oleh penggunaan basis Automatic Dependent Surveillance Broadcast pesawat ini telah lepas landas dari pukul 14.35 WIB sampai dengan 14.39 saja. Dimana pesawat berbelok ke arah kanan dan mencapai puncak ketinggian 10.175 kaki disaat sudah melintasi adanya garis pantai pada pukul 14.39 WIB ini. 

1. Dugaan Kuat  Pesawat tak Meledak, Mesin Masih Menyala 

Soerjanto Tjahjono selaku ketua dari KNKT ini sudah menduga adanya mesin dari Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ini masih dalam kondisi menyala sebelum akhirnya pesawat tersebut terjun langsung ke Laut. dugaan ini kemudian bisa dikemukakan berdasarkan dari fakta pesawat yang telah tercatat berada di ketinggian 250 kaki sebelum benar-benar hilang kontak. Hal ini rupanya sudah terekam dari data radar ADS-B dari adanya Perum Penyelenggaraan Navigasi Penerbangan Indonesia atau yang dikenal sebagai Airnav  Indonesia. 

Berdasarkan dari data tersebut, selanjutnya Soerjanto mengatakan jika Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ini telah Take Off pada pukul 14.36 WIB. yang mana kemudian pesawat terbang kebagian arah barat laut dan terakhir adalah dengan menunjukkan adanya pesawat yang berada di ketinggian 250 kaki sampai pada akhirnya benar-benar tidak terpantau oleh radar yang ada. Soerjanto juga sudah menduga adanya pesawat yang tidak meledak sebelum benar-benar terjun ke laut. 

Lagi-lagi hal ini sudah didasari oleh adanya sebaran atas puing-puing pesawat dengan adanya besaran lebar sekitar 100 m dan panjangnya sendiri mencapai 300 – 400 m yang telah didapat dari KRI Rigel.  Dan lebih jelasnya lagi dirinya mengatakan dari luasnya sebaran ini yang begitu konsisten dengan dugaan dari pesawat yang tidak mengalami ledakan sebelum benar-benar membentur air. Dugaannya juga sudah diperkuat langsung dengan adanya temuan dari Basarnas berupa mesin turbine Disc dengan adanya Fan Blade yang mana sudah mengalami kerusakan yang ada. 

2. Dugaan Kuat atas Pengamat Penerbangan Kemungkinan Elevator Copot 

Dari situs Tribunnews.com telah dikutip langsung dari pengamat penerbangan Andi Isdar Yusuf yang telah menduga adanya jatuh pesawat Sriwijaya Air ini telah disebabkan langsung oleh adanya Elevator yang copot. Lepasnya Elevator ini memang telah mengakibatkan adanya pesawat terjun bebas ke laut. Menurut Andi selaku pengamat dari Penerbangan bahwa Elevator ini menjadi Kompartemen penting dalam penerbangan yang ada. Pada saat elevator lepas, maka Pilot tidak akan bisa berbuat banyak lagi. 

Lanjutnya lagi, Jika Elevator Copot maka pesawat akan langsung terjun ke laut. Dirinya juga sudah menduga adanya pesawat yang menghantam sampai ke dasar laut mengingat adanya kedalaman laut yang begitu dangkal hanya sekitar 23 meter saja. Alumni dari Universitas Hasanudin juga melanjutkan jika Elevator yang dimaksudkan ini letaknya ada pada bagian belakang pesawat. Lebih tepat ada di Sayap horisontal pada Ekor Pesawat. Elevator ini memiliki bentuk Sirip yang memang memiliki fungsi Kontrol dalam mengarahkan adanya badan pesawat naik maupun turun. 

Sambungnya lagi jika Elevator ini naik turun dan dulunya sudah digerakkan menggunakan kabel dan saat ini sudah menggunakan adanya nirkabel secara otomatis. Selain itu, dirinya sudah menduga langsung bahwa Elevator itu copot disebabkan perawatan yang memang tidak maksimal. Jadi itu semua semacam adanya engsel yang bergerak naik turun dan bisa saja karena karatan atau berbagai hal lainnya. Maka dari itu, disini faktor dari perawatan sangat amat penting pastinya. 

Jika nantinya Elevator ini bisa bergerak langsung ke atas, maka kontak dari Elevator dengan adanya udara ini akan langsung saja menekan turun di bagian Ekor Pesawat secara otomatis dan Hidung Pesawat juga akan langsung saja mengarah ke atas. Hal inilah yang memang menyebabkan Sayap Pesawat bisa mengangkat ketinggian badan pesawat dikarenakan adanya sudut kontak dari sayap pesawat dengan adanya udara yang bertambah. Begitupun sebaliknya. Coba saja bayangkan jika adanya di ketinggian ribuan meter dengan adanya kecepatan tinggi, elevator Sriwijaya Air SJ-182 yang memang begitu signifikan lagi fungsinya copot atau memang tidak berfungsi. 

Berbeda lagi jika memang salah satu mesin yang rusak atau fungsi ini tidak berfungsi. Jika memang kondisi ini terjadi, menurut Andi maka pilot sendiri masih memiliki waktu untuk melakukan adanya kontak dengan pihak luar. Dan pastinya memang jika ada salah satu mesin yang rusak. Sang Pilot akan kembali lagi. Yang seperti inilah yang dulunya sering mereka alami dan Pilot pastinya akan kembali lagi. Namun lain cerita, jika memang elevator ini rusak maka pesawatnya akan langsung terjun bebas dari pesawat tersebut. Sebenarnya untuk Elevator Pesawat dari Sriwijaya Air SJ-182 ini memang sudah memiliki fungsi serta kondisi pesawat yang mana sudah melewati adanya masa krusial dari penerbangan yang ada. 

Sebab sudah mengangkasa dari masa Krusial dan juga dari masa yang paling kritis dalam penerbangan ketika pesawat akan langsung saja naik. Dan ini terhitung dari sepersekian detik saja. Walau begitu, ini masih sebuah dugaan saja yang secara tidak pasti. Sebenarnya apa yang masih menjadi penyebab utama akan jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ini. 

Dan dari data baru-baru ini yang kami temukan di Jejaring Media Sosial seperti Instagram, tim evakuasi telah menemukan baju dari korban anak kecil dan juga sudah menemukan potongan tubuh dari korban yang diduga adalah Jenazah dari Awak Kabin atau Pramugara dari Pesawat tersebut. Turut Berduka Cita dan semoga semuanya bisa lancar dalam penemuan serpihan pesawat maupun korban dari jatuhnya pesawat ini.

,